<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kalipangla's Blog</title>
	<atom:link href="http://kalipangla.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kalipangla.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2009 22:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kalipangla.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/40f19cfbfd047dcb36dfdd391d5d33cf?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kalipangla's Blog</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Utang Indonesia Pada Umat Islam</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com/2009/08/28/utang-indonesia-pada-umat-islam/</link>
		<comments>http://kalipangla.wordpress.com/2009/08/28/utang-indonesia-pada-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 22:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalipangla</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana baru]]></category>
		<category><![CDATA[Utang Indonesia Pada Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalipangla.wordpress.com/2009/08/28/utang-indonesia-pada-umat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Herry Nurdi Penulis, Wartawan Islam
Perkembangan penyelesaian masalah terorisme di Indonesia, menuju arah yang sangat tidak kondusif bagi kaum Muslimin di negeri ini. Berbagai pernyataan dan statement yang dilontarkan oleh beberapa pihak, baik secara resmi atau selentingan, telah melahirkan dampak yang sangat serius bagi gerakan dakwah di negeri ini. Tentu saja perkembangan ini harus dikawal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=28&subd=kalipangla&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Herry Nurdi Penulis, Wartawan Islam</p>
<p>Perkembangan penyelesaian masalah terorisme di Indonesia, menuju arah yang sangat tidak kondusif bagi kaum Muslimin di negeri ini. Berbagai pernyataan dan statement yang dilontarkan oleh beberapa pihak, baik secara resmi atau selentingan, telah melahirkan dampak yang sangat serius bagi gerakan dakwah di negeri ini. Tentu saja perkembangan ini harus dikawal dalam koridor yang benar agar tak menimbulkan keresahan baru yang bernama kecurigaan komunal.</p>
<p>Bayangkan saja, jika seorang psikolog menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan rohis (Rohani Islam) yang ada di sekolah menengah umum adalah bahan baku dari tindak kekerasan. Ditambah lagi, dengan seorang yang mengaku pengamat, berkata dengan senyum di bibir bahwa pendanaan kegiatan terorisme juga berasal dari mobilisasi zakat, infak, dan sedekah. Semua ditayangkan di televisi dalam siaran  live yang tentu saja tanpa filter rasa keadilan bagi umat Islam.</p>
<p>Pada tahap yang lebih awal, pesantren telah menuai kecurigaan. Begitu juga, dengan kegiatan dakwah. Dan, hari ini kita saksikan, betapa aktivis dakwah berada dalam suasana terintimidasi. Jenggot, celana cingkrang, baju koko, cadar, dan dahi yang hitam menjadi atribut pelengkap yang mengantarkan kecurigaan. Dengan segala hormat pada semua pihak yang terlibat, Pemerintah Indonesia tidak boleh menjadi pemerintah yang kelak akan dicatat sebagai pemerintah yang menindas umat Islam.</p>
<p>Masih dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan, sekadar mengingatkan sejarah yang mungkin terlupa. Negeri ini memiliki utang yang tak terbayar pada perjuangan yang telah diberikan umat Islam. Hanya untuk mengambil beberapa contoh, Pangeran Diponegoro, memakai simbol-simbol dalam memimpin Perang Jawa melawan penjajah Belanda. Dengan serban, baju putih panjang, dan yang paling penting, dengan ajaran Islam Pangeran Diponegoro memimpin perang yang dalam sejarah Belanda disebut-sebut sebagai perang, yang hampir menenggelamkan negeri penjajah itu dengan kebangkrutan.</p>
<p>Baca saja nama panjang dan gelar Pangeran Diponegoro. Sultan Abdulhamid Erucakra Sayidin Panatagama Khalifat Rasulullah Sayidin Panatagama. Dengan sadar, Pangeran Diponegoro mencantumkan nama Sultan Abdulhamid, yang saat itu menjadi Khalifah Turki Utsmani sebagai jaringan perjuangannya. Bahkan, pemilihan nama Sultan pada periode Sultan Hamengkubuwono I adalah simbol perlawanan secara halus pada kekuatan VOC, penjajah Belanda. (Soemarsaid Moertono, 1985; P Swantoro, 2002).</p>
<p>Tapi, hari ini, simbol yang mampu menggalang kekuatan perjuangan kemerdekaan itu dicurigai. Pencantuman hubungan internasional, dengan Mesir, Turki, Arab Saudi, disebut dengan transnasional yang juga diucapkan dengan nada penuh kecurigaan. Dulu, simbol-simbol itu berperan sangat besar memerdekakan negeri ini.</p>
<p>Begitu pula, dengan slogan dan pekik perjuangan, Islam dan kaum Muslimin menorehkan sejarah yang tak bisa dihapus dan harus diingat lagi ketika jihad disudutkan seperti saat sekarang. Bung Tomo, menggerakkan Arek-arek Suroboyo melawan agresi militer ulang yang dilakukan penjajah Belanda, dengan pembukaan kalimat  Bismillahirrahmanirrahim dan ditutup dengan  Allahu Akbar yang disandingkan dengan kata Merdeka.</p>
<p>Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,<br />
Siaplah keadaan genting<br />
. Tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,<br />
Baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.<br />
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.<br />
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.<br />
Sembojan kita tetap: Merdeka atau Mati.<br />
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,<br />
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita<br />
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar<br />
pertjajalah saoedara-saoedara,<br />
Toehan akan melindungi kita sekalian<br />
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!<br />
Maka sekali lagi, negara ini boleh menjadi negara yang anti terhadap pekikan  Allahu Akbar dan seruan-seruan dakwah yang mengajak menuju kebaikan dan kebenaran.</p>
<p>Ketika Republik Indonesia masih sangat belia, negara ini pernah menjadi Republik Indonesia Serikat sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar. Indonesia terpecah-pecah menjadi 17 negara bagian. Penjajah Belanda tidak akan ridha dan ringan hati melepaskan Indonesia sebagai negeri yang merdeka dan berdaulat. Andai saja Mohammad Natsir, tidak tampil dengan pidatonya yang kini dikenal dengan Mosi Integral Natsir, tentu seluruh pemimpin bangsa hari ini tidak akan bisa menyebut dengan bangga kalimat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>Sebab, berdirinya RIS meminta konsekuensi besar. Terjadi rasionalisasi atas kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Perwira-perwira penjajah Belanda menjadi penasihat TNI. Pejuang dan tentara rakyat dirumahkan. Sebagai gantinya, Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) diintegrasikan ke dalam tubuh TNI. Bagaimana mungkin negara ini akan kuat, jika di dalam tulang punggung yang menjaga kemerdekaannya, berdiri jenderal-jenderal penasihat dan unsur-unsur dari kalangan penjajah?</p>
<p>Dalam sidang RIS tahun 1950, Mohammad Natsir, seorang pemimpin dakwah di negeri ini, seorang dai, seorang ustaz, seorang ulama, tampil menyelamatkan Indonesia. Maka, dengan segala hormat, TNI dan Kepolisian Republik Indonesia tidak boleh menjadi alat negara yang berperilaku sewenang-wenang pada umat Islam Indonesia.</p>
<p>Apalagi, ditambah sebuah fakta sejarah tentang seorang pejuang bernama Jenderal Soedirman. Seorang guru madrasah Muhammadiyah, yang memimpin gerilya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Soedirman adalah seorang guru agama. Mengisi ceramah dan mengajar mengaji keliling di wilayah-wilayah Cilacap dan Banyumas. Jabatannya di Muhammadiyah adalah wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Karisidenan Banyumas.</p>
<p>Wilayah yang sama saat ini dicurigai polisi sebagai sebagai kawasan persembunyian buronan yang dicari. Maka sekali lagi, dengan segala hormat, polisi, aparat keamanan, bahkan masyarakat tidak boleh menaruh curiga pada ustaz, guru mengaji, apalagi ulama yang telah membuktikan diri menjaga negeri Allah bernama Indonesia yang semoga dilimpahi berkah.</p>
<p>Pasti tidak terlambat mengucapkan selamat hari kemerdekaan. Kaum Muslimin tidak pernah menganggap perjuangan sebagai piutang yang harus dibayar. Tapi, umat Islam sangat yakin, negara ini adalah negara yang besar yang tak akan melupakan sumbangsih perjuangan umat Islam.  Wallahu a’lam .(republika 28/08/2009)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kalipangla.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kalipangla.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kalipangla.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kalipangla.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kalipangla.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kalipangla.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kalipangla.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kalipangla.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kalipangla.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kalipangla.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=28&subd=kalipangla&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalipangla.wordpress.com/2009/08/28/utang-indonesia-pada-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f42760d70909ba7de238796a1c619dd8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kalipangla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Hijab, Seorang Muslimah Yang Sedang Hamil Tewas Ditikam Di Ruan</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/demi-hijab-seorang-muslimah-yang-sedang-hamil-tewas-ditikam-di-ruan/</link>
		<comments>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/demi-hijab-seorang-muslimah-yang-sedang-hamil-tewas-ditikam-di-ruan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 23:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalipangla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/demi-hijab-seorang-muslimah-yang-sedang-hamil-tewas-ditikam-di-ruan/</guid>
		<description><![CDATA[Kekejian kembali dilakukan terhadap muslim oleh orang kafir. Seorang
muslimah yang tengah hamil tiga bulan ditikam sampai meninggal di dalam
ruang sidang Dresden, lapor koran *Bild* Jerman edisi Jumat (3/7).
Menurut surat kabar Mesir, muslimah malang itu bernama Marwa al-Sherbini
(32), perempuan berkewarganegaraan Mesir yang sedang menggugat penyerang
setelah Marwa dihina karena memakai hijab. Penyerang, diidentifikasi dengan
nama Alex W., merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=25&subd=kalipangla&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kekejian kembali dilakukan terhadap muslim oleh orang kafir. Seorang<br />
muslimah yang tengah hamil tiga bulan ditikam sampai meninggal di dalam<br />
ruang sidang Dresden, lapor koran *Bild* Jerman edisi Jumat (3/7).</p>
<p>Menurut surat kabar Mesir, muslimah malang itu bernama Marwa al-Sherbini<br />
(32), perempuan berkewarganegaraan Mesir yang sedang menggugat penyerang<br />
setelah Marwa dihina karena memakai hijab. Penyerang, diidentifikasi dengan<br />
nama Alex W., merupakan laki-laki berkewarganegaraan Jerman keturunan Rusia.<br />
Alex malah meminta uang ganti sebesar €780 karena ia merasa difitnah.</p>
<p>Marwa al-Sherbini adalah istri akademisi Mesir, Elwi Ali-Okaz. Dia juga<br />
terluka dalam insiden setelah ia mencoba untuk menolong istrinya dan berada<br />
dalam kondisi kritis di rumah sakit.</p>
<p>Polisi saat ini sedang menginvestagasi Alex atas kasus pembunuhan ini.</p>
<p>&#8220;Investigasi kejahatan ini telah memperlihatkan beberapa indikasi bahwa<br />
tersangka telah berseteru terhadap orang asing itu &#8211; berdasarkan tanda-tanda<br />
yang kami temukan,&#8221; kata kepala polisi Saxony, Bernd Merbitz.</p>
<p>Magdi Al-Sayed, salah seorang pejabat kedutaan besar Jerman di Kairo,<br />
mengatakan bahwa kasus itu disembunyikan dan tidak merefleksikan sikap<br />
Jerman terhadap umat Islam.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan tindakan kriminal. Hal ini tidak ada hubungannya dengan<br />
penganiayaan terhadap umat Islam,&#8221; kata Sayed pada harian Mesir, The<br />
Gazette.</p>
<p>Aksi penikaman tersebut terjadi pada 1 Juli, saat Marwa al-Sherbini sedang<br />
memberikan kesaksiannya. Saat Marwa diserang, peserta sidang lainnya pun<br />
ikut rusuh, kemudian polisi melepaskan tembakan di ruangan. Marwa<br />
al-Sherbini telah tewas di ruangan itu.</p>
<p>Alex (semoga Allah memberikan balasan yang setimpal atas penganiayaannya) ,<br />
yang berusia 28 tahun itu segera disergap dan kini ia ada di bawah<br />
investigasi atas kasus pembunuhan, kata juru bicara kantor kejaksaan<br />
Dresden.</p>
<p>Sementara itu, duka yang mendalam dialami oleh ibu Marwa al-Sherbini.<br />
Padahal ia tengah menantikan kehadiran cucu yang dikandung oleh Marwa.</p>
<p>&#8220;Saya tidak pernah membayangkan anak saya akan meninggal dengan cara seperti<br />
ini,&#8221; perempuan itu membatin. Tangisnya meledak.</p>
<p>&#8220;Adik saya syahid karena tengah mempertahankan hijabnya,&#8221; kata Tareq<br />
al-Sherbini, saudara laki-laki Marwa.</p>
<p>Tareq menyatakan bahwa sebelumnya, Marwa harus berhadapan dengan peringatan<br />
untuk melepaskan jilbabnya sebelum ia pergi ke pengadilan.</p>
<p>&#8220;Sehari sebelum pembunuhan, seorang teman memberi tahu Sherbini agar ia<br />
melepaskan hijabnya jika hidupnya tidak ingin terancam,&#8221; kata Hisham<br />
al-Ashkari, seorang profesor Universitas Aexandria yang juga merupakan teman<br />
dekat keluarga Sherbini.</p>
<p>&#8220;Marwa mengatakan lebih baik ia kehilangan hidupnya daripada kehilangan<br />
keyakinan,&#8221; tambah al-Ashkari.</p>
<p>Hijab telah menjadi subjek perdebatan politik di Jerman, dimana 3,5 juta<br />
muslim tinggal. Beberapa negara bagian Jerman sama sekali melarang<br />
penggunaan hijab bagi guru-guru di sekolah. (Althaf/afp/ al-masri/ thelocal/<br />
arrahmah.com)</p>
<p>Keluarga Marwa Al-Sharbini Tuntut Polisi Jerman<br />
Keluarga Marwa Al-Sharbini akan menuntut seorang polisi Jerman yang telah<br />
menembak suami Marwa di ruang pengadilan kota Dresden. Menurut kuasa hukum<br />
keluarga Marwa, Khalid Abu Bakar dalam wawancara dengan Press TV, pihaknya<br />
akan mengenakan tuduhan percobaan pembunuhan dan upaya pembunuhan terhadap<br />
suami Marwa.</p>
<p>Suami Marwa ditembak saat berusaha melindungi isterinya yang diserang dengan<br />
senjata tajam oleh pemuda Jerman bernama Alex W-yang juga tetangga<br />
mereka-saat berlangsung proses pengadilan terhadap Alex dimana Marwa hadir<br />
sebagai penuntut. Marwa menuntut Alex, karena telah menyebutnya sebagai<br />
teroris hanya karena Marwa seorang Muslim dan berjilbab.</p>
<p>Tanpa disangka, di ruang sidang, Alex menusuk Marwa sebanyak 18 kali hingga<br />
meninggal dunia. Sedangkan suami Marwa yang berusaha menolong isterinya,<br />
justeru ditembak oleh polisi yang menjaga ruang sidang. Akibat tembakan itu,<br />
suami Marwa mengalami luka serius.</p>
<p>Pemerintah dan media massa Jerman tidak menanggapi kasus ini dengan serius.<br />
Saudara lelaki Marwa, Tarek Al-Sharbini yang baru pulang dari Jerman untuk<br />
membawa jenazah Marwa mengungkapkan, saat di Jerman ia diwawancarai sebuah<br />
surat kabar dan stasiun televisi negara itu, tapi tak satu pun hasil<br />
wawancara itu yang dimuat atau ditayangkan sehingga publik Jerman tahu apa<br />
yang telah Marwa dan keluarganya.</p>
<p>Media dan pemerintah Jerman sejak awal berusaha menutup-tutupi kasus Marwa.<br />
Pemerintah Jerman bahkan baru secara resmi menyampaikan duka cita pada<br />
Mesir-negara asal Marwa-setelah 10 hari insiden itu terjadi. Sejumlah<br />
pejabat Jerman bahkan melarang Press TV-televisi berita Iran berbahasa<br />
Inggris-untuk melakukan wawancara dengan suami Marwa.</p>
<p>Sikap media dan pemerintah Jerman terhadap kasus Marwa menunjukkan biasnya<br />
negara-negara Barat dalam menangani kasus-kasus kejahatan rasial dan<br />
Islamofobia yang menimpa Muslim di negeri itu. Polisi Jerman juga telah<br />
gagal melindungi korban karena kejadian itu terjadi dalam ruang sidang.<br />
Polisi Jerman juga dinilai tidak becus bekerja karena tidak bisa mengenali<br />
mana yang suami Marwa dan mana yang melakukan penyerangan terhadap Marwa.<br />
(poj/eramuslim)<br />
Sikap Anti-Islam dan Pelecehan Terhadap Hijab Berlanjut Dalam Harian Die<br />
Welt</p>
<p>*BERLIN (Arrahmah.com) * &#8211; Kekejian yang mengakibatkan Marwa el-Sherbini<br />
tiada ternyata tidak membuat para penganut rasisme jera. Pelecehan terhadap<br />
hijab, Islam, dan muslimah tetap berlanjut. Die Welt, salah satu harian<br />
Jerman versi online memuat komentar-komentar pembacanya yang berisi hinaan<br />
dan pernyataan anti-Arab dan anti-Muslim. Namun pihak Die Welt menolak<br />
menghapus komentar-komentar yang bernuansa rasis bahkan tidak<br />
berperikemanusiaan itu.</p>
<p>Komentar-komentar itu adalah reaksi pembaca atas artikel berjudul<br />
&#8220;Islamisten fordern Vergeltung für Mord im Gericht&#8221; yang dipublikasikan<br />
terkait kasus Marwa Al-Sharbini, seorang muslimah yang ditikam oleh seorang<br />
pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang pengadilan kota Dresden.</p>
<p>Entah sengaja atau tidak, pihak situs Die Welt meloloskan komentar-komentar<br />
atas artikel tersebut, yang isinya rasis dan tak beradab. Sala satu<br />
komentator misalnya, merekomendasikan agar pelaku pembunuhan Marwa diberi<br />
tanda jasa &#8220;Federal Cross of Merit&#8221;. Komentator lainnya menyebut Marwa<br />
&#8220;toilet&#8221; dan masih banyak lagi komentar-komentar lainnya yang isinya justeru<br />
membela pelaku dan melecehkan Marwa yang ditulis dengan identitas anonim.</p>
<p>Tapi yang sulit dipercaya, pihak Die Welt menolak untuk menghapus<br />
komentar-komentar yang provokatif itu, seiring dengan sikap media massa<br />
Jerman yang seolah kompak untuk tidak menulis berita tentang insiden yang<br />
menimpa Marwa. Media Jerman menganggap kasus pembunuhan Marwa yang berlatar<br />
belakang islamofobia itu bukan kasus yang serius. Sikap media Jerman mungkin<br />
akan berbeda jika yang dibunuh adalah seorang non-Muslim Jerman dan<br />
pelakunya seorang muslim. (era/dl/arrahmah. com)</p>
<p>Berlin Tak Kunjung Merespon Pembunuhan Marwa al-Sherbini<br />
Pemerintah Jerman terus menunda memberikan reaksi atas penikaman seorang<br />
muslimah Mesir yang tengah hamil di dalam ruang sidang Dresden pada 1 Juli.<br />
Pembunuhan tersebut telah menuai banyak kecaman, bukan hanya dari Mesir tapi<br />
juga dari berbagai negara di dunia.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Jerman tidak tinggal diam,&#8221; kata juru bicara pemerintah Jerman,<br />
Thomas Steg pada Rabu (8/7) di Berlin. Informasi awal saja sejauh ini belum<br />
cukup untuk menjamin adanya respon dalam waktu dekat, tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Maria Bokheimer, perwakilan integrasi pemerintah menyatakan<br />
rasa simpati dan penyesalan atas insiden tersebut pada suami Marwa<br />
al-Sherbini, yang saat ini ada dalam kondisi kritis di rumah sakit.</p>
<p>Steg mengatakan bahwa insiden tersebut merupakan insiden yang berdampak<br />
besar bagi semua orang, dengan menambahkan bahwa Jerman merupakan negara<br />
yang terbuka bagi siapapun.</p>
<p>&#8220;&#8230;baik ekstrimis sayap kanan, ataupun xenophobia ataupun Islamophobia<br />
tidak punya tempat di Jerman,&#8221; kata Steg.</p>
<p>Sementara itu ada ribuan penentang telah meneriakkan kemarahan mereka atas<br />
pembunuhan Marwa al-Sherbini, di Mesir maupun di Berlin, dan di berbagai<br />
negara lainnya hingga saat ini. (Althaf/tl/arrahmah .com)</p>
<p>&#8211; &#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada<br />
kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar;<br />
merekalah orang-orang yang beruntung.<br />
(TQS: Surat ALI IMRAN, 104)</p>
<h2 style="font-size:100%;font-family:Georgia;font-weight:bold;margin:0 0 5px;"><a rel="nofollow" name="1" href="http://groups.yahoo.com/group/pejuang_syariah/message/593;_ylc=X3oDMTJxa2pmZGN0BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEyODYyNzI0BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRtc2dJZAM1OTMEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTI0ODI0OTI1OQ--" target="_blank"> </a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kalipangla.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kalipangla.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kalipangla.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kalipangla.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kalipangla.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kalipangla.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kalipangla.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kalipangla.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kalipangla.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kalipangla.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=25&subd=kalipangla&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/demi-hijab-seorang-muslimah-yang-sedang-hamil-tewas-ditikam-di-ruan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f42760d70909ba7de238796a1c619dd8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kalipangla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkakas ‹ Kalipangla’s Blog — WordPress</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/perkakas-%e2%80%b9-kalipangla%e2%80%99s-blog-%e2%80%94-wordpress/</link>
		<comments>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/perkakas-%e2%80%b9-kalipangla%e2%80%99s-blog-%e2%80%94-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 23:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalipangla</dc:creator>
				<category><![CDATA[analisis ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalipangla.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah opini New York Times (16/2/2009) dipertanyakan apakah Amerika sudah memasuki depresi? Tentu saja dijawab oleh pemerintah Amerika Serikat TIDAK.

Pertanyaan tersebut adalah wajar mengingat hampir tiap hari terjadi kebangkrutan perusahaan-perusahaan Amerika dari skala kecil hingga besar, bahkan beberapa bulan terakhir PHK di AS mencapai 500 ribu pekerja setiap bulannya. Sedangkan bursa saham Wall Street terus bergejolak.

Satu hari kemarin (5/3/2009) saya menerima e-mail newsletter dari Martin D. Weiss yang menjelaskan posisi krisis keuangan Amerika lebih buruk dibandingkan Depresi Besar 1929. Newsletter yang berjudul How far could the Dow fall? membandingkan indikator-indikator keuangan antara krisis saat ini dengan Depresi Besar.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=20&subd=kalipangla&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Oleh <strong>Hidayatullah Muttaqin</strong></em></p>
<div id="attachment_1778" class="wp-caption alignright" style="width:310px;"><img class="size-medium wp-image-1778" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="great-depression" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/03/great-depression-300x167.jpg" alt="Foto: New York Times" width="300" height="167" /></p>
<p class="wp-caption-text">Foto: New York Times</p>
</div>
<p>Saat ini timbul perdebatan tentang apakah krisis global yang bersumbu dari gagalnya sistem keuangan Barat (akan) lebih hebat dari Depresi Besar <em>-Great Depression</em>- 1929 ataukah tidak? Dalam sebuah opini <a href="http://www.nytimes.com/2009/02/17/opinion/17tue4.html">New York Times (16/2/2009)</a> dipertanyakan apakah Amerika sudah memasuki depresi? Tentu saja dijawab oleh pemerintah Amerika Serikat TIDAK.</p>
<p>Pertanyaan tersebut adalah wajar mengingat hampir tiap hari terjadi kebangkrutan perusahaan-perusahaan Amerika dari skala kecil hingga besar, bahkan beberapa bulan terakhir PHK di AS mencapai 500 ribu pekerja setiap bulannya. Sedangkan bursa saham Wall Street terus bergejolak.</p>
<p>Satu hari kemarin (5/3/2009) saya menerima e-mail newsletter dari <a href="http://blogs.moneyandmarkets.com/martin-weiss/">Martin D. Weiss</a> yang menjelaskan posisi krisis keuangan Amerika lebih buruk dibandingkan Depresi Besar 1929. Newsletter yang berjudul <strong>How far could the Dow fall?</strong> membandingkan indikator-indikator keuangan antara krisis saat ini dengan Depresi Besar.</p>
<p>Weiss memaparkan 7 indikator yang dapat menjelaskan apakah <em>crash</em> dalam sistem keuangan AS belum mencapai derajat Depresi Besar, sama, ataukah lebih hebat? Berikut indikatornya:</p>
<p><em><strong># Fakta Pertama</strong></em></p>
<p><strong>Penurunan pendapatan saat ini lebih buruk dibandingkan saat Amerika pertamakalinya ditimpa Depresi Besar</strong>. Pendapatan rata-rata terjun 61% lebih besar dibanding selama Depresi Besar tahun 1930-an. Jatuhnya pendapatan ini adalah yang terbesar dalam 141 tahun terakhir.</p>
<p><em><strong># Fakta Kedua</strong></em></p>
<p><strong>Kerugian konsumen lebih buruk</strong>. Kerugian yang dipicu Depresi pada masa lalu masih terbatas pada pasar saham. Tetapi sekarang kerugian bursa New York Stock Exchange sudah menghapus separu uang investor, dan ini baru puncak gunung es saja. Saham terbanyak milik masyarakat sebagai sumber tabungan pensiun telah lenyap sebagaimana mereka telah kehilangan rumah US$ 2,4 trilyun dalam satu tahun.</p>
<p><strong><em># Fakta Ketiga</em></strong></p>
<p><strong>Hutang yang jauh lebih besar</strong>. Rasio hutang pada tahun 1929 mencapai 170% PDB sedangkan saat ini lebih besar 2 kali lipat. Hutang rakyat AS kini rasionya 350% PDB 2 kali lebih banyak di banding masa Depresi Besar.</p>
<p><em><strong># Fakta Keempat</strong></em></p>
<p><strong>Derivatif</strong>. Kantor Pengawas <em>Currency</em> (OCC) melaporkan bahwa bank-bank Amerika sekarang memiliki <em>derivatif</em> yang sangat besar dan sangat berisiko sebanyak US$ 176 trilyun. Pada tahun 1929 tidak ada trasanksi derivatif.</p>
<p><em><strong># Fakta Kelima</strong></em></p>
<p><strong>Kandasnya raksasa-raksasa keuangan AS</strong>. Dalam 18 bulan pertama 1929-32, banyak bank kecil dan menengah yang bangkrut, sedangkan bank berskala besar tidak mengalami kebangkrutan. Kini, banyak raksasa-raksasa keuangan AS yang memiliki sejarah panjang mengalami kebangkrutan seperti Bear Streans, Lehman Brothers, Fannie and Freddie, Washington Mutual, dan Wachovia. Kebangkrutan para raksasa ini kemungkinan besar akan disusul oleh Citigroup dan AIG.</p>
<p><em><strong># Fakta Keenam</strong></em></p>
<p><strong>Hutang Nasional AS</strong>. Pada 1929, Amerika merupakan negara pemeri pinjaman (kreditor) dengan cadangan devisa yang besar. Sekarang, Amerika merupakan negara paling banyak hutangnya di dunia dengan ketergantungan yang tinggi terhadap dana asing. Ini artinya kesempatan pemerintah lebih terbatas untuk mendapatkan pinjaman dalam membiayai <em>bailout</em> institusi keuangan raksasa Amerika.</p>
<p><em><strong># Fakta Ketujuh</strong></em></p>
<p><strong>Kebangkrutan ekonomi dan krisis hutang</strong>. Beberapa indikator menunjukkan gambaran suram Amerika.</p>
<ul>
<li>Harga rumah jatuh 18,5%</li>
<li>Penjualan rumah yang ada mencapai level paling rendah dalam 12 tahun</li>
<li>Penjualan rumah baru mencapai titik paling bawah disepanjang tahun</li>
<li>Secara tak terduga, keluarga Amerika yang kehilangan gaji dalam bulan Februari mencapai 697 ribu bertambah 25% dibanding Januari.</li>
</ul>
<p>Indikator-indikator yang dipaparkan oleh Weiss ini memberitahukan kepada kita bahwa kondisi Amerika saat ini jauh lebih buruk dibanding Depresi Besar 1929.</p>
<p>Sementara itu, Amerika di bawah kepemimpinan Obama memasuki era “kebangkrutan fiskal”. Pada tahun ini, defisit APBN berada pada tingkat paling buruk sepanjang sejarah AS sejak Perang Dunia II tahun 1942. Defisit keuangan pemerintah Amerika mencapai 12,3% PDB AS. Dengan nilai anggaran US$ 3,6 trilyun maka defisit fiskal mencakup 48,61% APBN AS.</p>
<p>Hutang publik Amerika pada saat ini bertambah US$ 1.459  trilyun atau meningkat 13,675% dari US$ 9,210 trilyun di awal tahun 2008 menjadi US$ 10,669 trilyun pada 24 Februari 2009. Rasio hutang pemerintah federal Amerika ini mencapai 76,01% PDB.</p>
<p>Amerika telah memasuki masa terburuk -paling tidak- sejak Depresi Besar 1929 <a href="http://www.krugmanonline.com/books/the-return-of-depression-economics-and-the-crisis-of-2008.php">sebagaimana kata Paul Krugman dalam bukunya</a>. Ini memiliki makna awan kebangkrutan sedang menyelimuti negeri ini. Dan entah cara apalagi yang dapat digunakan pemerintah Amerika untuk -sekedar- menahan krisis, kecuali dengan cara menambah beban finansial warga AS atau dengan merampas kekayaan bangsa lain seperti invasi mereka ke Irak dan Afghanistan. Ini adalah pelajaran berharga bagi masyarakat dunia, khususnya kaum Muslim atas kerusakan sistem Kapitalisme. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kalipangla.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kalipangla.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kalipangla.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kalipangla.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kalipangla.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kalipangla.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kalipangla.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kalipangla.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kalipangla.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kalipangla.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=20&subd=kalipangla&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/perkakas-%e2%80%b9-kalipangla%e2%80%99s-blog-%e2%80%94-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f42760d70909ba7de238796a1c619dd8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kalipangla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/03/great-depression-300x167.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">great-depression</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kudeta Honduras dan Pemerintah Amerika Memiliki Dua Wajah</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/kudeta-honduras-dan-pemerintah-amerika-memiliki-dua-wajah/</link>
		<comments>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/kudeta-honduras-dan-pemerintah-amerika-memiliki-dua-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 23:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalipangla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kudeta Honduras dan Pemerintah Amerika Memiliki Dua Wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalipangla.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 28 Juni 2009 militer Honduras melakukan kudeta militer. Sekelompok dari militer membawa presiden terguling Manuel Zelaya dan mengasingkannya ke Kosta Rika. Kemudian ketua parlemen Roberto Micheletti ditunjuk menjadi presiden sementara Honduras.
Dan pada tanggal 5 Juli 2009 Organisasi Negara-Negara Amerika yang beranggotakan 34 negara mengadakan pertemuan di Washington. Organisasi memutuskan untuk menangguhkan keanggotaan Honduras. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=13&subd=kalipangla&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada tanggal 28 Juni 2009 militer Honduras melakukan kudeta militer. Sekelompok dari militer membawa presiden terguling Manuel Zelaya dan mengasingkannya ke Kosta Rika. Kemudian ketua parlemen Roberto Micheletti ditunjuk menjadi presiden sementara Honduras.</p>
<p>Dan pada tanggal 5 Juli 2009 Organisasi Negara-Negara Amerika yang beranggotakan 34 negara mengadakan pertemuan di Washington. Organisasi memutuskan untuk menangguhkan keanggotaan Honduras. Honduras merupakan negara kedua yang ditangguhkan keanggotaannya di organisasi itu, setelah Kuba yang ditangguhkan keanggotaannya pada tahun 1962 setelah terjadi kudeta yang dilakukan oleh Fidel Castro pada tahun 1959. Penangguhan keanggotaan itu menciptakan kesulitan dihadapan Honduras untuk mendapatkan utang dari Bank Pembangunan Amerika. Ketua Bank tersebut mengumumkan bahwa Bank Pembangunan Amerika akan menangguhkan utang untuk Honduras disebabkan terjadinya kudeta itu.</p>
<p>Venezuela, Brazil dan negara-negara lainnya menuntut pemutusan hubungan bilateral dengan Honduras pada konferensi Organisasi Negara-Negara Amerika itu. Akan tetapi Amerika dan negara-negara yang menjadi kelompoknya seperti Meksiko dan Kolombia disamping Kanada menolak usulan itu. Hal itu menunjukkan betapa cairnya sikap Amerika terhadap kudeta yang terjadi dan bahwa Amerika tidak menentangnya secara final. Hal itu tampak jelas dari pernyataan-pernyataan menteri luar negeri Amerika Hillary Clinton. Ia mengatakan: “Sesungguhnya pemerintah (Amerika) sampai sekarang secara resmi belum mengklasifikasikan penggulingan Zelaya bahwa itu merupakan kudeta militer. Karena konsekuensi pengklasifikasian ini, Presiden Amerika Serikat harus memutuskan berbagai bantuan dari Honduras“ (Reuters, 30/6/2009). Hillary Clinton ditanya apakah Amerika Serikat saat ini berpikir memutus bantuan dari Honduras, Clinton menggelengkan kepala pertanda menafikannya. Ia sebelumnya telah menyebutkan: “Amerika Serikat saat ini menahan diri untuk memberi penilaian terhadap kondisi di Honduras dan hasil-hasil final yang mungkin terjadi sebelum Amerika menentukan langkah-langkah berikutnya“ (Reuters, 30/6/2009). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Amerika secara implisit tidak menentang kudeta tersebut. Bahkan tercium aroma bahwa Amerika ada dibelakang kudeta itu. Jaringan televisi CNN pada tanggal 30 Juni 2009 menegaskan klaim kelompok yang melakukan kudeta yang dinyatakan oleh menteri luar negeri kelompok pemerintahan sementara Honduras, Enrique Ortez Colindres, bahwa alasan dibelakang penggulingan presiden Zelaya adalah toleransi yang diberikan Zelaya atas pemindahan berton-ton kokain ke negara-negara Amerika Tengah lainnya. Selain itu juga penyelewengannya terhadap konstitusi ketika mengusulkan dilakukannya referendum untuk mengamandemen konstitusi supaya mengizinkan presiden mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Jaringan CNN menegaskan klaim tersebut, khususnya masalah pelarian narkoba. CNN menyiarkan secara gamblang bahwa “Setiap malam Honduras menyaksikan datangnya dua atau tiga pesawat dari Venezuela. Dengan pesawat itu harta hasil pelarian narkoba dibawa“.</p>
<p>Yang menegaskan bahwa Amerika ada dibelakang kudeta itu adalah pernyataan juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs. Ia mengatakan, “Pemerintah (Amerika) dalam beberapa hari lalu berupaya mencegah terjadinya kudeta. Tujuan kami sekarang adalah mengembalikan sistem demokrasi di Honduras“ (Reuters, 30/6/2009). Juru bicara Gedung Putih mengumumkan pengetahuan Pemerintah Amerika akan terjadinya kudeta beberapa hari sebelum terjadi. Bahwa Amerika tidak mencegah terjadinya kudeta menunjukkan persetujuan AS terhadap kudeta itu bahkan AS yang mematangkannya. Kudeta itu tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan AS selama AS telah mengetahui kudeta itu sebelumnya“. Sesungguhnya Honduras merupakan negeri kecil dan miskin tidak mampu menahan tekanan-tekanan dan sanksi-sanksi jika dijatuhkan terhadapnya, kecuali dengan dukungan dan sokongan dari luar dan dalam negeri. Hal itu menunjukkan bahwa para pelaku kudeta telah mendapatkan dukungan terlebih dahulu dari Amerika Serikat. Pernyataan Hillary Clinton menunjukkan hal itu. Karena pemerintahnya tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Honduras dengan memutuskan bantuan Amerika dari Honduras. Hingga meski Bank Pembangunan Amerika berupaya memutusnya untuk menyenangkan opini umum yang menentang kudeta. Sebagai tambahan, menlu Clinton telah menyebutkan bahwa masalah tersebut: “Berkembang menjadi kudeta“ (Reuters, 30/6/2009). Sesuatu yang menunjukkan bahwa Amerika berada di belakang kudeta. Karena pernyataan itu mengisyaratkan terjadi diskusi antara para pelaku kudeta dengan presiden terguling Zelaya dengan pengarahan dari Amerika. Ketika presiden Zelaya menarik diri dari tekadnya untuk melangsungkan referendum amandeman konstitusi masalahnya berkembang menjadi kudeta. Artinya Amerika telah memberi lampu hijau terjadinya kudeta.</p>
<p>Sedangkan berbagai pernyataan presiden AS, Obama, setelah pertemuannya dengan presiden Kolombia di Gedung Putih bahwa : “Kudeta itu ilegal dan hal itu akan mendahului keburukan selama jabatan Zelaya tidak dipulihkan kembali“ (Aljazerah, 30/6/2009), tidak lain hanya untuk menuntupi hakikat dan menampakkan wajah baru Amerika yang humanis, tidak mendukung kekerasan dan tekanan seperti halnya hudeta dan intervensi seperti dahulu. Juga untuk menyembunyikan wajah Amerika yang berlumuran lumpur ketercelaan di Amerika Latin dan khususnya Amerika Tengah. Juga untuk menampakkan bahwa Amerika menjadi negara yang tidak mendukung kudeta… Kemudian juga untuk merekrut para pemimpin dan rakyat negara-negara Amerika Latin di sisi Amerika. Hal itu tampak jelas di mana beberapa pemimpin negara-negara itu merasa lega karena pernyataan-pernyataan Obama, bahkan sebagian dari mereka memuji sikap Obama. Dalam hal itu, mereka tidak terpengaruh oleh sikap Hugo Chavez dihadapan televisi nasional Venezuela, pada tanggal 29/6/2009. Chavez menuduh Amerika berada di belakang kudeta. Chavez juga mengancam Honduras dengan reaksi militer jika duta besar Venezuela di Honduras mendapat serangan atau diculik. Padahal mereka menculik duta besar Venezuela bersama dubes Kuba. Kemudian mereka meninggalkan duta besar Venezuela di tengah jalan setelah dipukuli dan tetap menyekap duta besar Kuba sebagai jaminan di tangan mereka…</p>
<p>Sesungguhnya pernyataan Obama menunjukkan sikapnya yang cair dan bahwa ia tidak jujur. Khususnya ketika ia menyeru pihak-pihak di Honduras untuk menyelesaikan masalah secara damai dan berpegang pada undang-undang“ (Radio VOA, 29/6/2009). Obama di dalam pernyataannya itu menyamakan antara para pelaku kudeta sebagai satu pihak dan presiden terguling beserta para pendukungnya di pihak yang lain, dan Obama meminta mereka menyelesaikan masalah secara damai. Yaitu tidak melawan para pelaku kudeta, tidak melakukan revolusi melawan mereka dan tidak menjatuhkan mereka disebabkan aksi mereka yang ilegal … Hal serupa juga dikatakan oleh menteri luar negeri Amerika Hillary Clinton dimana “Ia menyeru semua pihak di Honduras untuk bersandar kepada bahasa dialog“. Ia mengatakan: “Semua pihak memikul tanggungjawab menyelesaikan permasalahan yang saling terkait yang menyebabkan terjadinya peristiwa kudeta kemarin“ (Radio VOA, 29/6/2009). Ia menyejajarkan di antara kedua pihak dan memikulkan tanggungjawab kepada semua termasuk presiden terguling. Hal itu menandakan bahwa jari jemari Amerika tidak bersih dalam mematangkan kudeta terhadap presiden terguling.</p>
<p>Spanyol mengecam kudeta dikarenakan hubungan kebudayaannya yang unik karena adanya ikatan bahasa. Hal itu disamping Uni Eropa yang mengecam keras kudeta dan para pelakunya serta mengumumkan dukungannya kepada Zelaya. Spanyol mengumumkan penarikan duta besarnya dari Honduras dan menyeru negara-negara Eropa untuk menarik duta besar mereka dari sana. Perlu diketahui bahwa Eropa tidak memiliki pengaruh di Honduras kecuali pengaruh di dalam opini umum dan pengaruh Spanyol yang terbatas disebabkan hubungan kebudayaan dan historis sejak masa penjajahan.</p>
<p>Amerika sekarang di bawah kepemimpinan Obama memiliki dua wajah. Amerika berupaya memperbaiki potretnya yang berlumuran lumpur di mata dunia, dan berupaya menyembunyikan wajah aslinya yang buruk tidak mengenal belas kasihan dalam berinteraksi dengan siapa yang menentang politiknya, atau mengancam kepentingan-kepentingannya atau melayaninya tidak sesuai dengan yang dia inginkan. Selama ini Amerika Tengah dan Selatan tetap mengingat api penjajahan, kezaliman dan penindasan Amerika Serikat. Karena itu, Amerika sekarang berupaya menampakkan wajah cantik dan terbuka, ingin mendekati masyarakat dan bertindak penuh senyum dan menampakkan diri mulai menghormati hak-hak masyarakat, undang-undang dan peraturan internasional yang dia kendalikan semaunya melalui PBB dan Dewan Keamanan Internasional. Maka Amerika menampakkan diri menentang kudeta dan mendukung kembalinya presiden yang terpilih secara legal. Amerika bergabung dengan negara-negara Amerika selatan dan Amerika Tengah di dalam Konferensi Organisasi Negara-Negara Amerika di mana AS menjadi salah satu anggotanya. Negara-negara organisasi itu menentang kudeta. Maka Amerika ikut di dalam konferensi itu dan bergabung dengan mereka dalam mengecam kudeta secara lahiriyah untuk menyembunyikan yang sebenarnya. Hal itu dilakukan dalam upaya mendapatkan kecintaan mereka yang selama ini tidak Amerika dapatkan dari mayoritas negara-negara Amerika Selatan dan Tengah tersebut. Pada waktu yang sama, Amerika melindungi para pelaku kudeta dari sanksi dan embargo. Amerika terus menolak pemutusan hubungan. Amerika juga tidak mengklasifikasikan apa yang terjadi sebagai kudeta sehingga tidak menyebabkan pemutusan bantuan, penerapan sanksi-sanksi dan pelaksanaan berbagai tekanan …</p>
<p>Presiden terguling telah berupaya kembali ke negaranya dengan ditemani oleh Presiden Argentina dan Presiden Ekuador disamping Presiden Majelis Umum PBB dan Sekjen Organisasi Negara-Negara Amerika pada hari Kamis 2 Juli 2009. Namun Kanada memperingatkannya akan konsekuensi-konsekuensi dari hal itu, sementara pihak pelaku kudeta mengancam akan menangkap dan mengadilinya. Uskup senior gereja Katolik di Honduras, Oscar Rodriguez, meminta Zelaya agar tidak kembali sekarang “Untuk menghindari pertumpahan darah“ (BBC, 5/7/2009). Sekjen Organisasi Negara-Negara Amerika, Jose Migual Insulza, telah melakukan kunjungan singkat ke Honduras. Sekembalinya dari sana ia mengatakan: “Bahwa pemerintah sementara Honduras tidak berniat memulangkan Zelaya“ (BBC, 5/7/2009). Karena itu ketika Zelaya menunda kepulangannya ke hari Minggu 5/7/2009, di dalam pesawat ia hanya ditemani oleh Presiden Majelis Umum PBB. Hari itu pesawat yang ditumpangi Zelaya hanya berputar mengitari bandara negaranya dan tidak diijinkan mendarat sehingga kembali lagi.</p>
<p>Militer Honduras, ketua Parlemen dan Mahkamah Agung yang mengeluarkan keputusan mencopot presiden Zelaya dan mengusirnya ke luar negeri, semuanya menolak kembalinya Zelaya. Bahkan mereka berjanji akan mengadili Zelaya atas tuduhan melanggar konstitusi dan memperdagangkan narkoba. Tuduhan tu merupakan tuduhan besar yang bisa menjebloskannya ke penjara seumur hidup seperti yang terjadi pada presiden Panama, Jenderal Noriega, yang dijebloskan ke penjara di Amerika Serikat setelah digulingkan pada tahun 1990 dengan tuduhan memperdagangkan dan melarikan narkoba. Demikian juga Gereja juga menentang kepulangannya dengan alasan memelihara agar darah tidak tertumpah. Seandainya Gereja bersama Zelaya niscaya Gereja menuntut negara memulangkan kembali Zelaya dan tetap menganggapnya sebagai presiden yang legal bagi Honduras.</p>
<p>Sesungguhnya Amerika Serikat tidak bebas dari upaya mematangkan kudeta sebagaimana yang diindikasikan oleh bukti-bukti yang terlihat. Oleh karena itu, kembalinya Zelaya sebagai presiden Honduras adalah tidak mungkin. Khususnya bahwa masa kekuasaannya hampir berakhir. Kekuasaan Zelaya akan berakhir pada awal tahun 2010. Zelaya telah menarik diri dari rencananya menggelar referendum amandeman konstitusi. Ia mengumumkan hal itu sebagai kompensasi kembalinya ia ke kursi kekuasaan untuk menghabiskan masa jabatan yang tersisa. Hal itu menunjukkan keputusasaannya untuk bisa kembali. Terlebih ia tidak memiliki kekuatan yang mampu menolong dan mendukungnya dalam upayanya kembali dan mewujudkan tuntutannya. Meski ia sama saja seperti pemegang kekuasaan dan yang mengontrol negara dan pemerintahan yaitu sama-sama termasuk orang kaya, namun kedekatannya dengan negara-negara yang disebut negara kiri dan berupaya melepaskan diri dari genggaman Amerika, hal itu telah membuat marah Amerika dan antek-antek Amerika di antara orang-orang pemegang inisiativ di Honduras, khususnya ketika ia mengunjungi Kuba pada tahun 2007 yang merupakan kunjungan pertama presiden Honduras ke Kuba sejak lima puluh tahun lalu. Kunjungan itu merusak embargo Amerika ke Kuba. Ia juga mulai menampakkan kedekatan dengan Huga Chavez, presiden Venezuela. Ia juga bergabung ke organisasi Bolivarian Alternative for the Americas –nama ini dirubah menjadi Bolivarian Alliance for the Americas pada tanggal 24 Juni 2009- yang dipimpin oleh Chavez. Hal itu membuat Amerika Serikat merasa terguncang dengan kecenderungan melepaskan diri darinya …</p>
<p>Sesungguhnya kudeta Honduras bisa diangap kembalinya Amerika menggunakan cara-cara kudeta. Pernyataan-pernyataan Amerika akan tetap menipu dengan tuntutan pengembalian legalitas sampai datang waktu penyelenggaraan pemilu yang akan datang. Bisa jadi akan diselenggarakan pemilu yang dipercepat. Presiden sementara Honduras menyatakan kemungkinan pemilu dipercepat sehingga pemerintah menjadi legal ketika pemilu benar-benar berlangsung. Kudeta itu juga merupakan ancaman kepada setiap pemimpin Amerika Latin yang membangkang kepada Amerika Serikat. Kudeta itu merupakan pertanda kembalinya aktivitas Amerika di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sebelumnya pada masa pemerintahan Bush kawasan itu tidak diperhatikan karena Bush memfokuskan diri kepada dunia Islam dan memerangi penduduknya dan keislaman mereka dengan dalih perang melawan terorisme.</p>
<p>13 Rajab 1430 H</p>
<p>6 Juli 2009 M</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kalipangla.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kalipangla.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kalipangla.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kalipangla.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kalipangla.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kalipangla.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kalipangla.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kalipangla.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kalipangla.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kalipangla.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=13&subd=kalipangla&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalipangla.wordpress.com/2009/07/22/kudeta-honduras-dan-pemerintah-amerika-memiliki-dua-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f42760d70909ba7de238796a1c619dd8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kalipangla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Teory Inflasi Moderat</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com/2008/11/06/membongkar-teory-inflasi-moderat/</link>
		<comments>http://kalipangla.wordpress.com/2008/11/06/membongkar-teory-inflasi-moderat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 02:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalipangla</dc:creator>
				<category><![CDATA[analisis ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[bismillah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalipangla.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Hatta
Secara historis, inflasi merupakan masalah ekonomi yang dominan disamping masalah pengangguran yang sudah sejak lama dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia. Sejarah menunjukkan bahwa salah satu negara yang ditandai dengan kenaikan harga secara cepat adalah Mesir di sekitar tahun 330 SM.[1] Menurut Samuelson persoalan inflasi adalah setua usia perekonomian pasar.[2]
Inflasi merupakan sebuah fenomena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=8&subd=kalipangla&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: M. Hatta</p>
<p>Secara historis, inflasi merupakan masalah ekonomi yang dominan disamping masalah pengangguran yang sudah sejak lama dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia. Sejarah menunjukkan bahwa salah satu negara yang ditandai dengan kenaikan harga secara cepat adalah Mesir di sekitar tahun 330 SM.[1] Menurut Samuelson persoalan inflasi adalah setua usia perekonomian pasar.[2]</p>
<p>Inflasi merupakan sebuah fenomena ekonomi yang banyak mendapat perhatian, sekaligus ditakuti dan dianggap sebagai musuh nomor satu oleh banyak kalangan, mulai dari ekonom, pemerintah, pengusaha, hingga masyarakat awam sekalipun. Tentunya hal ini disebabkan dampak dari inflasi yang sangat merugikan.[3]</p>
<p>Betapa merugikannya inflasi itu sendiri dapat disimak dari sejumlah perkataan yang dilontarkan oleh ekonom dan pejabat pemerintahan. Ronald Reagen misalnya, sebagaimana dikutip oleh The Economist (22/5/2008) pernah menyebut inflasi dengan sebutan kejam, perampok, menakutkan, perampok bersenjata, mematikan, dan pembunuh bayaran.[4]</p>
<p>Banyak upaya telah dilakukan untuk memerangi inflasi, namun tak kunjung ada tanda penyelesaian. Seolah-olah menggambarkan inflasi bagaikan “makhluk hidup” yang mempunyai mekanisme pertahanan sendiri dari serangan makhluk hidup lainnya sehingga tidak bisa dimusnahkan. Namun ini tentunya mustahil karena inflasi sendiri hanyalah sebuah fenomena, bukan makhluk hidup.</p>
<p>Berbagai kajian dan teoripun telah banyak dihasilkan oleh para ekonom sebagai solusi dari persoalan inflasi. Dalam hal ini, terdapat tiga teori utama yang menjelaskan mengenai inflasi, yaitu sebagai berikut:[5]</p>
<p>a. Teori kuantitas atau persamaan pertukaran dari Irving Fisher MV=PQ. Teori ini sejatinya merupakan pandangan dari teori klasik.[6] Menurut persamaan ini sebab naiknya harga barang secara umum yang cenderung akan mengarah pada inflasi ada tiga: sirkulasi uang atau kecepatan perpindahan uang dari satu tangan ke tangan yang lain begitu cepat (masyarakat terlalu konsumtif), terlalu banyaknya uang yang dicetak-edarkan ke masyarakat, dan turunnya jumlah produksi secara nasional.</p>
<p>b. Teori Keynes yang menyatakan bahwa inflasi terjadi disebabkan masyarakat hidup di luar batas kemampuan ekonominya. Dengan kata lain, inflasi terjadi karena pengeluaran agregat terlalu besar. Oleh karena itu, solusi yang harus diambil adalah dengan jalan mengurangi jumlah pengeluaran agregat itu sendiri (mengurangi pengeluaran pemerintah atau dengan meningkatkan pajak, dan kebijakan uang ketat).[7]</p>
<p>c. Teori strukturalis atau teori inflasi jangka panjang. Teori ini menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi, khususnya kekuatan suplai bahan makanan dan barang-barang ekspor. Karena sebab-sebab struktural pertambahan barang-barang produksi ini terlalu lambat dibanding dengan pertumbuhan ekonominya, sehingga menaikkan harga bahan makanan dan kelangkaan devisa. Akibat selanjutnya adalah kenaikan harga-harga barang lain, sehingga terjadi inflasi yang relatif berkepanjangan bila pembangunan sektor penghasil bahan pangan dan industri barang ekspor tidak dibenahi atau ditambah.</p>
<p>Adapun berkaitan dengan penyebab atau sumber inflasi,[8] para ekonom telah berhasil menganalisanya dan mengklasifikasikannya ke dalam beberapa kelompok. Hanya saja, berbeda halnya dengan hasil analisa ekonom terhadap penyebab dari inflasi yang cukup mendalam, solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan inflasi (menurut penulis) tampak sangat dangkal. Meskipun dalam aspek kajian dan teori yang telah dihasilkan para ekonom untuk menjelaskan inflasi sudah cukup banyak.</p>
<p>Sebagai buktinya dapat dilihat dari konsep fractional reserve requirement system yang selama ini dijalankan oleh bank sentral.[9] Fractional reserve requirement system adalah suatu sistem perbankan di mana bank mempertahankan rasio aktiva cadangan sebagai penjamin bagi sebuah bank bahwa mereka mempunyai likuiditas yang cukup untuk menghadapi permintaan uang tunai dari nasabah yang bisa timbul secara mendadak atau mendesak.[10]</p>
<p>Padahal konsep ini sudah banyak mendapat kritikan yang sangat tajam dari banyak ekonom muslim.[11] Dengan konsep ini pihak perbankan dapat mencetak atau turut menggandakan uang menjadi lebih besar yang kemudian mempengaruhi jumlah uang beredar di masyarakat dan pada akhirnya mengakibatkan inflasi. Dapat berjalannya konsep ini karena didukung oleh konsep interest, fiat money dan lembaga keuangan itu sendiri (bank).[12]</p>
<p>Tetapi apa yang dilakukan oleh ekonom dan bank sentral? Pada satu sisi, para ekonom ekonomi konvensional berpendapat bahwa, salah satu penyebab dari inflasi adalah jumlah uang beredar (JUB) yang tinggi dibandingkan jumlah barang dan jasa yang ada di pasar. Namun di sisi lain, mengapa konsep fractional reserve ini masih saja diterapkan yang notabenenya adalah salah satu inti dari permasalahan itu sendiri yang dapat menambah secara cepat JUB? Satu-satunya jawaban rasional mengapa konsep itu terus dijalankan adalah demi menjaga kepentingan pemilik bank. Dengan konsep fractional reserve, pemilik bank dapat meminjamkan dana yang dimilikinya kepada unit defisit[13] dengan imbalan sejumlah bunga yang telah ditetapkan. Keuntungan yang didapatkan pihak bank dengan membungakan uang ini sangatlah besar.</p>
<p>Hal inilah sebenarnya yang “dikutuk” oleh Sir Josiah Stamp (1941).[14] Ia mengatakan “Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali…Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka, maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kridit”.[15]</p>
<p>Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa, apa yang dilakukan oleh para ekonom ekonomi konvensional selama ini hanyalah tampak seperti menjelaskan (eksplanasi) bagaimana fenomena inflasi itu terjadi dengan sangat bagus, tetapi tidak bisa menghapus atau menghilangkan.[16]</p>
<p>1. Dampak inflasi terhadap sektor riil</p>
<p>Sama halnya dalam hal menjelaskan penyebab inflasi, ketika menganalisa dampak dari inflasi para ekonom ekonomi konvensional juga tampak memiliki pengamatan yang cukup mendalam.</p>
<p>Menurut mereka dampak inflasi sangatlah merugikan bagi setiap kalangan, terutama adalah bagi masyarakat yang berpendapatan tetap seperti halnya para pensiunan, pegawai kecil, dan guru.[17]</p>
<p>Para ekonom ekonomi konvensional secara umum membagi inflasi berdasarkan tingkat besarnya keparahan (daya rusak) menjadi empat jenis yaitu, inflasi ringan (creeping inflation/dibawah 10%), inflasi sedang atau menengah (galloping inflation/antara 10 – 30%), inflasi tinggi atau berat (high inflation/30- 100%), dan inflasi sangat tinggi (hyper inflation/di atas 100%).[18]</p>
<p>Labih lanjut, para ekonom ekonomi konvensional percaya bahwa, efek atau dampak inflasi tergantung pada apakah inflasi tersebut diantisipasi atau tidak.[19]</p>
<p>Makna dari inflasi terantisipasi (anticipated inflation) adalah ketika harga mengalami kenaikan secara relatif (misalkan 10%) setiap tahun, dan pada saat bersamaan juga terjadi kenaikan pada tingkat upah dan suku bunga riil sebesar 10%. Dengan demikian, perubahan harga yang terjadi hanyalah merupakan perubahan ukuran di mana masyarakat atau pemerintah telah menyesuaikan (mengantisipasi tingkat inflasi yang terjadi). Sebaliknya, inflasi yang tidak terantisipasi atau tidak terduga (unanticipated inflation) adalah inflasi di mana kenaikan harga barang yang terjadi tidak diikuti dengan kenaikan upah dan suku bunga riil.[20]</p>
<p>Berdasarkan klasifikasi di atas (inflasi terduga dan tak terduga), inflasi yang sering terjadi secara faktual adalah inflasi yang tidak terduga. Hal ini dapat diketahui dari sejarah perjalanan ekonomi dunia.[21]</p>
<p>Dampak inflasi itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu: dampak dari segi ekonomi dan dampak dari segi sosial. Berikut di bawah ini adalah dampak – dampak inflasi menurut para ekonom.</p>
<p>a. Dari sudut ekonomi, inflasi mengakibatkan terjadinya redistribusi pendapatan dan distorsi harga, distorsi penggunaan uang, serta distorsi pajak.</p>
<p>b. Dari sudut sosial, akibat lanjut dari redistribusi pendapatan adalah kecemburuan sosial yang semakin tinggi dan bahkan dapat memicu kerusuhan atau krisis sosial (penjarahan dan perampasan).</p>
<p>Pembahasan dampak inflasi di atas adalah pembahasan secara umum. Adapun dampak inflasi terhadap sektor riil secara khusus adalah akan menghambat atau mengganggu proses pertumbuhan di sektor riil. Hal ini dikarenakan, dengan terjadinya inflasi maka tingkat pembelian masyarakat (permintaan agregat) akan mengalami penurunan dan selanjutnya penurunan ini akan menyebabkan pihak produsen harus mengurangi tingkat produksi (output) yang berujung kepada pemutusan hubungan kerja dan bertambahnya pengangguran (unemployment).</p>
<p>Selain itu, di saat terjadi inflasi yang tinggi maka suku bunga yang ditetapkan otoritas moneter juga meningkat. Oleh karena itu, sektor riil pada saat suku bunga tinggi mengalami kesulitan dana baik untuk meningkatkan produksi atau mengembangkan usahanya karena semakin tingginya dalam biaya modal.</p>
<p>Disisi lain, unit surplus lebih tertarik menyimpan dananya di bank dengan tingkat pengembalian (rate of return) yang lebih besar dan pasti dan pada saat yang sama, bank umum yang sudah memiliki banyak dana dari pihak unit surplus enggan untuk menyalurkan dananya ke sektor riil karena adanya permasalahan (aturan perburuhan, pajak, pungutan-pungutan, dsb) pada sektor riil dan lebih tertarik untuk menyimpan dananya di bank sentral. Akibatnya adalah tidak berfungsinya tugas intermediasi oleh bank umum dan terjadi penumpukan dana di bank sentral. Fakta inilah yang terjadi pada tahun 2007 dimana dana yang terkumpul di bank Indonesia (BI) berjumlah sebesar ratusan triliunan rupiah.[22]</p>
<p>Gambar 6<br />
<a href="http://kalipangla.files.wordpress.com/2008/11/hatta-inflasi-300x192.jpg"><img class="size-full wp-image-9" title="hatta-inflasi-300x192" src="http://kalipangla.files.wordpress.com/2008/11/hatta-inflasi-300x192.jpg?w=300&#038;h=192" alt="gambar 6" width="300" height="192" /></a></p>
<p>Skema Interaksi Antara Sebab dan Akibat Inflasi</p>
<p>Sumber: Diolah sendiri dari beberapa sumber[23]</p>
<p>Labih lanjut, para ekonom ekonomi konvensional juga percaya bahwa, dari ke empat jenis inflasi tersebut (tingkat besarnya keparahan atau daya rusak), yakni inflasi ringan akan memberikan pengaruh kepada kondisi ekonomi secara positif. Bahkan dikatakan ketiadaan inflasi menandakan tidak adanya pergerakan positif dalam perekonomian karena relatif harga-harga tidak berubah sehingga melemahkan sektor industri. Pendapat ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu: pertama, ketika terjadi kenaikan harga relatif barang, para produsen lebih bergairah dalam menjalankan dan meningkatkan produksinya. Kedua, dengan meningkatnya produksi maka dapat menciptakan lapangan kerja baru. [24] Benarkah anggapan demikian?</p>
<p>Anggapan di atas dapat kita telaah dari dua sisi, yaitu sisi konsumen dan produsen. Dilihat dari sisi konsumen, meskipun tingkat inflasi yang terjadi adalah ringan akan tetap memberatkan. Terutama bagi orang-orang yang miskin dan sekaligus tidak memiliki skill atau kemampuan yang lebih untuk bekerja.</p>
<p>Apa yang dikatakan bahwa, tingkat inflasi ringan dapat menstimulus penyerapan tenaga kerja sesungguhnya hanya berlaku bagi mereka yang memang memiliki kemampuan atau skill. Sementara bagi mereka yang sedari awalnya sudah dalam kemiskinan, dimana dengan kemiskinan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu meraih atau menempa keahliaannya, maka hal ini tidak berlaku. Dengan kata lain, inflasi ringan yang terjadi tetap akan sangat membebani bagi mereka yang tergolong miskin dan tidak memiliki keahlian.</p>
<p>Terlebih lagi ketika harga barang yang naik tersebut adalah harga barang kebutuhan pokok masyakarat, meskipun kenaikan harga yang terjadi adalah rendah tetap saja akan menambah beban masyarakat miskin.</p>
<p>Sebagai contoh, katakan saja misalnya seorang kepala keluarga (dengan tanggungan 1 anak dan 1 istri) dimana penghasilan perbulan yang dapat diraih Rp.1,5 juta per bulan. Dengan tingkat inflasi ringan sebasar 5%, maka ia harus menanggung beban inflasi sebesar Rp.75.000 per bulan. Tentu ini adalah jumlah yang cukup besar bagi kepala keluarga tersebut.[25] Dengan demikian, anggapan bahwa, inflasi ringan dapat memberikan efek positif bagi perekonomian sesungguhnya tidaklah tepat. Karena hanya menguntungkan pihak tertentu saja.[26]</p>
<p>Adapun dilihat dari sisi produsen, seolah-olah menganggap produsen dalam berproduksi hanyalah bermotifkan pada orientasi keuntungan (profit oriented) semata. Padahal, seorang produsen (khususnya bagi seorang mulsim) tidaklah semata-mata menjalankan aktivitas produksinya berdasarkan motif dan orientasi keuntungan. Melainkan juga dapat bermotif rasa kemanusiaan (insaniyyah) dan atau ruhiyah (ketuhanan).[27]</p>
<p>Lebih dari itu, para ekonom sebenarnya juga berpendapat bahwa, kenaikan harga barang baik itu dalam kisaran besar maupun kecil tetap saja menimbulkan biaya. Biaya-biaya tersebut misalnya adalah shoe leather cost[28], menu cost (misal, biaya perubahan katalog), complaint and oppotunity loss cost (biaya kompalin dan hilangnya kesempatan), biaya perubahan peraturan dan perundang-undangan, serta biaya ketidaknyamanan hidup.[29]</p>
<p>Penutup</p>
<p>Masihkah Berharap dan Percaya Kepada Kapitalisme???</p>
<p>Wallahu’alam bi ash Shawab</p>
<p>————-</p>
<p>Tulisan ini disarikan dari proposal tesis M. Hatta MSI UII Jogjakarta</p>
<p>M. Hatta adalah mahasiswa Program Pascasarjana MSI UII Jogjakarta dengan konsentrasi Ekonomi Islam.</p>
<p>[1] Iswardono, Uang, hal. 213.</p>
<p>[2] Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, Macro, hal. 311.</p>
<p>[3] Ibid., hal. 313.</p>
<p>[4] Hidayatullah Muttaqin, Goncangan Pasar Global dan Urgensitas Khilafah, dalam http://www.jurnal-ekonomi.org</p>
<p>[5] Iskandar Putong, Ekonomi Mikro., hal. 261.</p>
<p>[6] T. Gilarso, Pengantar, hal. 400.</p>
<p>[7] Deliarnov, Perkembangan, hal. 201.</p>
<p>[8] Pembahasan lebih luas tentang penyebab dan sumber inflasi lihat sub bab sumber permasalahan inflasi pada sistem ekonomi konvensional pada bab ini.</p>
<p>[9] Dengan konsep ini bank sentral dapat mencegah semakin meningkatnya jumlah uang beredar, yaitu dengan cara menaikkan persentase rasio aktiva cadangan yang dimiliki oleh bank umum. Sehingga, dengan sendirinya menurut mereka akan mencegah terjadinya inflasi.</p>
<p>[10] Christopher Pass dan Bryan Lowes, Dictionary, hal. 249. Lihat juga Aliminsyah dan Padji, Kamus, hal. 186.</p>
<p>[11] Ekonom muslim yang mengkritik konsep fractional reserve requirement system adalah Masudul Alam Choudhury, A Monetary System With 100-Per Cent Reserve Requirement And The Gold Standard: Theory, Fact And Policy, dalam http://www.capebretonu.ca/mchoudhu/ipe.html. Umar Ibrahim Vadillo, Berakhirnya Ekonomi: (The End of Economics) Mata Uang Emas dan Punahnya Perbankan, dalam David Barsamian dan Liem Siok Lan, Menembus batas (Beyond Boundaries) Damai untuk Semesta, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008), hal. 59-61.</p>
<p>[12] Zaim Saidi, Kembali ke Dinar; Tinggalkan Riba Tegakkan Muamalah, cet. I (Depok: Pustaka Adina, 2005), hal. 23.</p>
<p>[13] Unit defisit dalam memegang uang tidak hanya didorong oleh motif transaksi dan berjaga-jaga, malainkan juga dengan motif spekulasi. Motif spekulasi inilah yang semakin menambah kekacauan sektor keuangan dunia dengan memanfaatkan perbedaan tingkat bunga yang ada di beberapa negara.</p>
<p>[14] Seorang direktur Bank of England tahun 1928-1941.</p>
<p>[15] Masa Lalu Uang dan Masa Depan Dunia; di Ambang Kehancuran Terbesar Ekonomi, (Pustaka Pohon Bodhi, 2007), hal. 87.</p>
<p>[16] Meminjam perkataan Jusmaliani dalam menggambarkan kegagalan ekonom ekonomi pembangunan dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi. Jusmaliani, Menuju Kebijakan dan Perilaku Ekonomi yang Islami, dalam Jusmaliali, dkk, Kebijakan Ekonomi dalam Islam, cet. I (Yogyakarta, 2005), hal. 4.</p>
<p>[17] Salim Fredericks, Political and Cultural Invasion (Invasi Politik dan Budaya), cet. I (Bogor: Pustaka Thariqul Izah, 2004), hal. 154.</p>
<p>[18] Bramantyo Djohanputro, Prinsip-prinsip Ekonomi Makro, cet. I (Jakarta: PPM, 2006), hal. 150-151.</p>
<p>[19] Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, Macro, hal. 316.</p>
<p>[20] Ibid., Lihat juga Christopher Pass dan Bryan Lowes, Dictionary of Economics, hal. 18 dan 666.</p>
<p>[21] Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, Macro, hal. 318 dan 340.</p>
<p>[22] Aulia Pohan, Potret Kebijakan., hal. ix-xii.</p>
<p>[23] Ismail Yusanto, dkk, Dinar Emas. M. Lutfi Hamidi, Gold Dinar. A. Riawan Amin, Satanic Finance.</p>
<p>[24] Iskandar Putong, Ekonomi Mikro., hal. 262. Lihat juga T. Gilarso, Pengantar, hal. 403 dan Bramantyo Djohanputro, Prinsip-prinsip, hal. 20.</p>
<p>[25] Harga beras raja lele kemasan 5 Kg sekarang seharga Rp.37.500., (awal oktober 2008) dengan hilangnya uang Rp.75.000., berarti kehilangan beras 10 Kg.</p>
<p>[26] Seharusnya, untuk meningkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas dari perekonomian bukanlah dengan cara membiarkan inflasi terjadi meskipun dalam tingkat yang relatif kecil. Melainkan adalah dengan cara mendorong dan membangun infrastruktur demi berjalannya aktivitas perekonomian secara baik dan lancar sehingga berdampak pada peningkatan transaksi yang terjadi.</p>
<p>[27] Taqiyuddin an Nabhani, An Nidlam Al Iqtishadi, hal. 13-14.</p>
<p>[28] Suatu Istilah yang menyatakan bahwa bila inflasi sesuai dengan harapan maka relative penetapan suku bunga bank akan lebih besar dari tingkat inflasi. Hal ini menyebabkan masyarakat cenderung untuk berkali-kali menarik uangnya di bank atau ATM. Biaya yang muncul adalah biaya transport dan biaya layanan ATM dan biaya terduga lainnya.</p>
<p>[29] Iskandar Putong, Ekonomi Mikro., hal. 262.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kalipangla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kalipangla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kalipangla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kalipangla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kalipangla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kalipangla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kalipangla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kalipangla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kalipangla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kalipangla.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=8&subd=kalipangla&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalipangla.wordpress.com/2008/11/06/membongkar-teory-inflasi-moderat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f42760d70909ba7de238796a1c619dd8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kalipangla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kalipangla.files.wordpress.com/2008/11/hatta-inflasi-300x192.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hatta-inflasi-300x192</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergeseran Peradaban itu Realistis</title>
		<link>http://kalipangla.wordpress.com/2008/10/30/pergeseran-peradaban-itu-realistis/</link>
		<comments>http://kalipangla.wordpress.com/2008/10/30/pergeseran-peradaban-itu-realistis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 01:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kalipangla</dc:creator>
				<category><![CDATA[analisis politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kalipangla.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Husain Matla
Bencana finansial di AS membuat beberapa pembela kapitalisme mempertahankan diri, sebagaimana Allan Greespan dan Francis Fukuyama. Mereka mengatakan bahwa krisis yang terbesar pasca Malaise (1929) itu sama sekali bukan kesalahan kapitalisme dan pasar bebas. Mereka menyebut bahwa krisis itu lebih dikarenakan kerakusan para pebisnis yang melakukan bisnis derivatif, kecerobohan masyarakat dengan sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=3&subd=kalipangla&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Oleh : Husain Matla</span></span></span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bencana finansial di AS membuat beberapa pembela kapitalisme mempertahankan diri, sebagaimana Allan Greespan dan Francis Fukuyama. Mereka mengatakan bahwa krisis yang terbesar pasca Malaise (1929) itu sama sekali bukan kesalahan kapitalisme dan pasar bebas. Mereka menyebut bahwa krisis itu lebih dikarenakan kerakusan para pebisnis yang melakukan bisnis derivatif, kecerobohan masyarakat dengan sikap yang tidak “cerdas pasar”, serta kegagalan pemerintah melakukan <em>good governance</em>. Tapi tampaknya banyak yang tak percaya pada bantahan yang terkesan defensif apologetik itu. Ini karena secara fakta terdapat banyak kejanggalan dari alasan kedua fundamentalis kapitalisme itu. </span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Keinginan agar semua orang berpikir “cerdas pasar” tidak relevan karena orang-orang yang cerdas pasar justru akan menjadikan mayoritas orang “bodoh pasar” (Kiyosaki, <em>Rich Dad Poor Dad</em>). Ini ditunjang oleh sistem bunga yang membuat eksploitasi itu menjadikan bisnis tak sekedar “permainan” tapi “pembantaian”. Dahlan Iskan menyatakan betapa tak adilnya orang-orang yang di sektor keuangan mendapat keuntungan 40 %, sementara orang-orang di sektor riil hanya dapat untung 20 %. Tentu saja ini sebuah eksploitasi karena orang-orang di sektor riil bekerja jauh lebih keras.</span></li>
</ul>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Harapan supaya para kapitalis tidak rakus juga tidak mungkin. Ini karena selisih yang terlalu besar antara sektor keuangan dan sektor riil menjadikan eksploitasi benar-benar di depan mata. Faktanya, sistem bunga menjadikan jual beli uang jauh lebih menarik dari produksi dan jual beli barang.</span></li>
</ul>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketika sebuah bangsa mencapai kejayaan, mereka cenderung cinta kemewahan (Ibnu Khaldun, Mukadimah). Faktanya, kecenderungan ini menjadikan mereka rakus dan tidak cerdas pasar. Tak ada strategi kapitalisme untuk mengatasi kondisi ini. Mekanisme pasar tak sanggup menghasilkan “tangan gaib”. Optimisme Adam Smith dan John Naisbitt faktanya tak pernah terbukti. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pesimisme David Ricardo terasa lebih realistis.</span></li>
</ul>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tuntutan agar pemerintah melakukan <em>good governance</em> tak akan menyelesaikan masalah. Bagaimanapun, persaingan yang terjadi bukan persaingan sempurna. Tapi persaingan oligopolistis, bahkan monopolistis. Faktanya, manusia kemampuannya berbeda-beda. Tak semua mereka kuda. Sebagiannya singa dan mayoritasnya kancil. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sikap pemerintah tak akan mengubah suasana persaingan ini.</span></li>
</ul>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Selama ini diharapkan para pelaku bisnis mempunyai jiwa spiritual dan sosial. Masalahnya, ini didapat dari mana? Adanya pebisnis yang dermawan seperti Bill Gates tak bisa jadi contoh karena bukan menjadi kecenderungan umum. Faktanya, tokoh-tokoh agama yang diharapkan menambal kekurangan ini terbelenggu, terkalahkan dominasi pasar. Tak pernah ada ceritanya para ulama menominasikan pengusaha yang “konsisten pada syariah”. Yang ada, para pengusaha menyeleksi ustadz yang lebih “disukai pasar”. Apalagi media dan lembaga rating selalu dikuasai pemegang modal, bukan pemegang nilai.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"> </p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Semua itu menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada sopir dan penumpangnya. Masalahnya adalah, mobil yang bernama kapitalisme ini memang menghasilkan sopir atau penumpang yang tamak, bodoh, atau tak berdaya. Adalah wajar kalau penduduk dunia semakin tak percaya pada ideology ini. </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Lalu, apakah kapitalisme akan segera hancur? Dan bagaimana prospek dunia masa depan?</span></p>
<h1 style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Memasuki Era Stagnan</span></h1>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Umumnya, bangkitnya peradaban dominan yang kedua kali –berbeda dengan periode pertama– lebih dikarenakan kepahlawanan (heroism) daripada pencerahan (aufklarung). Ini dilakukan setelah terjadi friksi internal dan “perang dunia” yang melanda peradaban itu. Inilah yang terjadi pada peradaban Romawi setelah dilanda konflik Roma-Goth dan selanjutnya diserang Attila the Hun (</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">452 M</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">). Begitu pula yang terjadi pada peradaban Isalam setelah konflik Baghdad-Kairo dan selanjutnya diserbu Hulagu the Mongol. Peradaban kapitalis pun begitu. Konflik mazhab laissez faire (Inggris/Prancis) versus kapitalisme negara (Jerman) selanjutnya memicu Perang Dunia I dan II. Setelah itu, biasanya muncul “negara inti” (meminjam istilah Huntington) yang menyelamatkan dan memimpin peradaban (Bizantium, Utsmani, AS). Karenanya, pasang naik peradaban itu berikutnya lebih dilandasi kuatnya metode dan implementasi daripada ide dan formulasi. Mereka unggul dalam pengorganisasian dan militer. AS tentu saja lebih unggul daripada Kakaisaran Inggris Raya dulu, sebagaimana Utsmani lebih unggul daripada Abbasiyah. </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Walau begitu, hal ini juga mempunyai imbas. Setelah peradaban itu surut, memang friksi internal (sebagaimana dalam periode pertama) tidak terlalu nampak. Namun, terjadi stagnasi. Inilah yang terjadi pada peradaban Romawi (abad VII M) dan peradaban Islam (abad XVI M) yang tampaknya besar tapi lemah dalam ide. Kecenderungan yang muncul hanyalah implementasi, bukannya internalisasi. Peradaban dilanjutkan dengan kurangnya kesadaran ideologis. </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Peradaban kapitalis tampaknya sekarang juga demikian. Rusia dan China bukan negara yang “fundamentalis” pada kapitalisme. Meraka bahkan menjalankannya dengan banyak perkecualian. Eropa selalu terombang-ambing antara Keynesian versus neoklasik. Brasil dan India tipikal khas implementator. AS pun tampaknya melanjutkan kapitalisme tak seyakin sebelumnya. Keadaannya begitu mirip dengan Bizantium, Goth, dan Franka (abad VII M) atau Utsmani, Safawi, dan Moghul (abad XVI M). Peradaban berjalan multipolar, datar, dan stagnan, walaupun sepintas tampak besar.</span></p>
<h3 style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Geliat Peradaban Baru</span></h3>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Namun, kondisi ini sebenarnya sangat kondusif jika di dunia muncul sebuah konsep baru peradaban. Realitanya, itulah yang terjadi saat munculnya Islam di Madinah tahun </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">632 M</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> dan saat bangsa-bangsa Barat mengorganisasikan dirinya melalui konferensi Westphalia tahun </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">1645 M</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> yang menjadi penyangga penyebaran sekularisme-kapitalisme di Barat. </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Untuk saat ini, tak ada konsep dunia lain yang siap menggantikan kapitalisme kecuali Islam. Sosialisme Amerika Latin sebanarnya hanyalah kapitalisme Keynesian dengan beberapa catatan. Itupun lebih didorong adanya orang kuat seperti Hugo Chaves dan Castro bersaudara. Tak ada prospek Amareika Latin akan memandu perubahan peradaban di dunia. </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sedangkan Islam sebaliknya. Memang mulai abad akhir XVI M melemah. Selanjutnya negeri-negeri Islam satu per satu jatuh ke dalam cengkeraman imperialisme Barat. Tapi itu sebenarnya lebih karena stagnasi. Tak berarti konsepnya hilang. Bahkan disamping konsep itu tetap ada, banyak para pengembannya yang menyoroti dengan detail akan kesalahan dan kekeliruan kapitalisme dalam memimpin dunia. Banyak konsep-konsep hasil ijtihad bermunculan, tak hanya tentang thaharah, nikah, dan pengurusan mayat. Tapi juga menyangkut sistem pemerintahan, hukum, ekonomi, serta sosial. Dua fondasi masyarakat Islam, yaitu ekonomi syariah dan sistem khilafah kembali populer. Sebagaimana survei SEM Institute dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis, tren pro syariah di Indonesia meningkat pesat (&gt; 80 %). Dan tren ini ternyata juga menjadi tren global dunia Islam. </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dalam tahapan stagnasi kapitalisme ini, pergeseran peradaban tempaknya sangatlah realistis. Tidakkah kita berkaca pada abad VII M dan abad XVI M? </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">[</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Semarang / 12 Okt ‘08]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><strong><span style="font-size:8pt;color:#003300;font-family:Verdana;">Husain Matla, ST, MM </span></strong><span style="font-size:8pt;color:#993300;font-family:Verdana;">adalah penulis produktif. Beberapa buku yang bernuansa ideologis telah lahir dari pena aktivis Hizbut Tahrir Jawa Tengah yang menyelesaikan pendidikan masternya di Magister Manajemen Universitas Diponegoro Semarang (2002). Saat ini aktif sebagai Ketua Divisi URC HTI Jateng dan Direktur MATLa Institute. Pada Jurnal Ekonomi Ideologis Husain Matla mengasuh rubrik baru <strong><span style="font-family:Verdana;">Percaturan Ideologi</span></strong>.</span><span style="font-size:8pt;color:#003300;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="margin:0 0 6pt;"> </p>
<p style="margin:0 0 6pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Referensi:</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Robert T. Kiyosaki, <em>Rich Dad Poor Dad</em>, Gramedia 2004</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mukadimah Ibnu Khaldun</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">John Naisbitt, <em>Mind Set</em>, Daras 2007</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Imam Suyuthi, <em>Tarikh Khulafa</em>, Pustaka Al-Kautsar</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, bagian <em>Khilafah</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, bagian <em>Pemikiran dan Peradaban</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">An-Nabhani, <em>An-Nizham al-Iqtishadiyu fil Islam</em></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><em>link:http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/15/pergeseran-peradaban-itu-realistis/</em></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kalipangla.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kalipangla.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kalipangla.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kalipangla.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kalipangla.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kalipangla.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kalipangla.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kalipangla.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kalipangla.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kalipangla.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kalipangla.wordpress.com&blog=5345669&post=3&subd=kalipangla&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kalipangla.wordpress.com/2008/10/30/pergeseran-peradaban-itu-realistis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f42760d70909ba7de238796a1c619dd8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kalipangla</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>